lyfe and reviews

Review Game : Life is Strange

 


Diantara semua review, genre game paling sedikit. Jadi musti tambah tulisan 😀


Okay, ini adalah salah satu game oldies but goodies favorit saya : Life is Strange. Kenapa favorit, karena melibatkan fotografi hehehe. Apaan, sih!😆


Game Life is Strange di awali dengan tokoh protagonis Max Caulfield yang ada di sebuah bukit dekat mercusuar sedang dilanda topan dahsyat. Dan ketika melihat kearah teluk ada badai raksasa yang mendekati kota di dekatnya yaitu Arcadia Bay. 



Tiba-tiba Max terbangun dan mendapatkan dirinya sedang ada di dalam kelas. Sebagai informasi Max adalah pelajar yang mengambil jurusan fotografi di Blackwell Academy, yang terletak di Arcadia Bay. Dia punya ciri khas mengambil foto dengan sejenis kamera Polaroid (kamera instan). 


Cerita berlanjut saat Max ke kamar kecil dan menjadi saksi bagaimana seorang pelajar, Nathan Prescott secara tidak sengaja menembak mati seorang pelajar drop-out, Chloe Price. Max tiba-tiba hadir lagi di kelas dan merasa deja vu dengan kejadian selanjutnya. Ternyata Max memiliki kemampuan aneh, yaitu bisa mengulang waktu (rewind). Kemampuan itu kemudian dimanfaatkan Max untuk menyelamatkan Chloe. 



Chloe dikenali adalah sahabat masa kecil Max yang lama hilang kontak. Keduanya reuni kecil dan kembali dekat. Mereka berdua kemudian memecahkan misteri hilangnya pelajar Blackwell Academy yang bernama Rachel Amber. Kebetulan Rachel adalah teman dekat Chloe juga dan telah terjadi kejahatan di sekolah tersebut yang melibatkan siswi-siswi dan menjadi misteri siapa penjahatnya.

 


Apakah Max dengan kemampuannya bisa memecahkan misteri itu dan apa resiko dari perbuatannya mengembalikan waktu?


Life is Strange versi lama (2015) gambar grafiknya tidak begitu bagus (kamu bisa mendownload game berbayarnya di apps store). Sekarang sudah ada versi remake yang lebih halus serta membuat ekspresi para tokoh lebih manusiawi. Gaya bercerita Life is Strange sendiri sebetulnya mirip kita membaca novel online, dengan pilihan-pilihan cerita yang diambil dari kita. Plotnya sendiri termasuk sangat bagus, menurut saya. 



Memainkan Life is Strange jadi seperti kembali ke masa sekolah, dengan sahabat dan teman-teman nyentrik, perbedaan kelas di antara murid, pesta sekolah, kenakalan-kenakalan, dsb. Tokoh Chloe yang termasuk bad girl memang banyak melakukan hal-hal nekad dan bodoh karena membawa trauma kehilangan di masa lalu, tapi kepolosan serta ketulusan Chloe sangat mengundang simpati.  


Ending cerita Life is Strange bagi beberapa pemain mungkin termasuk depressing (walaupun kita tetap bisa memilih antara dua pilihan ending). Tapi kalau melihat keseluruhan cerita memang ending yang masuk akal. Karena tema dari cerita ini adalah teori "The Butterfly Effect." Dimana kita tidak bisa mengubah takdir tanpa mengubah takdir yang lain. Agak-agak berbau "Final Destination" juga, tapi versi game. 



Bagaimanapun Life is Strange adalah salah satu game yang amat berkesan bagi saya. Karena kemampuan bercerita serta sangat relatable dalam kehidupan sehari-hari. Tentu kita di dunia nyata pernah tahu karakter seperti Chloe, Nathan, Max, dsb. Bagaimana kehilangan seseorang bisa menimbulkan luka dan trauma hingga kita mencari ganti dengan berbuat hal-hal ekstrim. 


Game ini cukup bisa di rekomendasikan tapi memang ada unsur-unsur dewasa yang perlu diperhatikan di game ini (nggak cocok untuk anak-anak) seperti penggunaan obat-obatan, kata-kata kasar, kekerasan, dsb. 



Saking populernya game Life is Strange, dibuat versi prekuelnya yaitu Life is Strange : Before the Storm yang menceritakan persahabatan Chloe dan Rachel.  


Versi lain dari Life is Strange yang beda cerita dan tidak ada hubungan dengan versi pertama adalah Life is Strange 2 dan Life is Strange : True Colors (kapan-kapan saya bahas juga).



Anyway, lagu yang paling memorable di Life is Strange adalah Obstacles karya Syd Matters. Silahkan disimak. Video ini juga cukup mewakili jalan cerita :



Apakah kamu pernah main Life is Strange?😀


No comments:

Post a Comment